01

WHO WE ARE

OSOB KIWALAN – Salah satu ciri khas kota Malang adalah “bahasa terbalik”, dengan mengejah/membaca kata secara terbalik, yang populer dalam masyarakat Malang Raya disebut dengan istilah ” osob kiwalan”, mengandung maksud; ” osob ” = boso (Jawa) = bahasa (Ina), sedangkan ” kiwalan ” = walikan (Jawa) = kebalikan, terbalik (Ina).

Awalnya “osob kiwalan” adalah bahasa sandi yang dipergunakan oleh arek-arek Malang (arema) dalam bergerilya untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir para penjajah yang masih ingin bertahan di bumi arema, sekitar tahun 1949 yang lalu.

Untuk merahasiakan pergerakannya agar tidak mudah dipatahkan perjuangannya arek-arek Malang masa itu mambuat sandi dengan membalik ejahan kata-kata tertentu. Misalnya; ” oyi ” = iyo (Jawa) = iya (Ina), ” kadit ” = tidak (Ina), dst.

Ada juga ejahan yang tidak terbalik murni, untuk memudahkan dalam melafalkan. Misal ” uklam ” = mlaku (Jawa) = jalan (Ina), ” igrog ” = grogi (Jawa, Ina).

Hingga saat ini, kata-kata yang lazim dibaca terbalik sebagai “osob kiwalan” tidak selalu berbahasa Jawa saja, melainkan diambil dari beberapa bahasa; Indonesia, Arab, Cina, dan Belanda. Umumnya hanya orang-orang yang pernah tinggal di Malang saja yang mengetahui, pilihan bahasa yang lazim dipakai untuk “osob kiwalan”.

Misalnya untuk mengatakan ” makan “, bahasa yang dipilih untuk dibalik adalah bahasa Indonesia, bukan bahasa Jawa, Arab, dll. Sehingga osob kiwalan nya = ” nakam “, bukan mangan , bukan juga tho’am , chia , eaten , dll.

Istilah osob kiwalan yang lain; ” asrob ” = minum (alkohol), ” lites ” = perlente, rapih, ” mbois ” = keren, bagus. dst.

MEET OUR TEAM

THE RIGHT PEOPLE FOR YOUR PROJECT
product-img-01

EVA SMITH

CREATIVE DIRECTOR
Some Nice Caption

KEVIN JONES

OFFICE MANAGER
product-img-03

JOHN DOW

SALES MANAGER

02

WHAT WE DO

Memilih Kaos Wisata – Selain pemilihan tema dan warna kaos yang pas & cocok untuk memberikan kekuatan kenangan dan dokumentasi secara visual yang baik dalam suatu perjalanan wisata di Malang Raya.

Perlu juga memperhaikan beberapa hal non-visual, untuk mendukung kenyamanan kegiatan jalan-jalan: (1) Umumnya kegiatan jalan-jalan akan memicu banyak mengeluarkan keringat, (2) maka pilihlah bahan kaos yang lembut, (3) dengan ketebalan yang cukup, tidak terlalu tipis maupun terlalu tebal, agar kaos memiliki kemampuan menyerap & menguapkan keringat dengan optimal, (4) hal yang paling penting untuk dipastikan adalah pemilihan bahan kaos yang mengandung anti-bakteri dengan kadar diatas 50%, agar kaos tidak lekas berbau karena terkena keringat.

Salah satu bahan nyaman yang memenuhi kriteria diatas adalah cotton-combed, tebal 20s-24s, kualitas premium (mengandung anti-bakteri yang cukup).